Jenis mobil listrik dibedakan menurut sumber tenaganya. BEV memakai baterai saja, HEV dan PHEV memadukan motor listrik dengan mesin bensin, EREV menjadikan mesin bensin sebagai generator listrik, dan FCEV memakai hidrogen.
Beda sumber tenaga berarti beda kebiasaan. Ada yang diisi lewat colokan sehingga tidak perlu ke SPBU, ada yang tetap minum bensin tetapi lebih irit, ada pula yang diisi hidrogen. Karena itu, label “mobil listrik” saja bisa berarti hal yang sangat berbeda.
Apa yang dimaksud mobil listrik?
Mobil listrik adalah mobil yang memakai motor listrik untuk menggerakkan roda, baik seluruhnya maupun sebagian. Mobil bensin atau diesel membakar bahan bakar di dalam mesin, sedangkan motor listrik mengubah energi listrik langsung menjadi gerak. Prosesnya lebih langsung, sehingga motor listrik umumnya lebih efisien dan komponen bergeraknya lebih sedikit. Dua hal yang paling sering mendorong orang beralih adalah keinginan menekan emisi dan menghemat biaya bahan bakar.
Istilah ini dipakai dengan dua cakupan. Secara sempit, mobil listrik hanya mencakup mobil yang tenaganya 100 persen dari listrik. Secara luas, hybrid ikut disebut mobil listrik karena motor listrik ikut menggerakkan roda. Dalam kajian kendaraan listrik, hybrid yang tidak bisa diisi dari listrik eksternal umumnya tidak dihitung sebagai kendaraan listrik, sedangkan hybrid yang bisa diisi masuk kelompok kendaraan listrik plug-in.
Di Indonesia, pemerintah lewat PP 73/2019 mengelompokkan kendaraan bermotor listrik menjadi HEV (yang dibedakan lagi menjadi full hybrid dan mild hybrid), BEV, PHEV, dan FCEV. Satu tipe lain, EREV, makin sering muncul dalam dunia otomotif sebagai plug-in hybrid dengan cara kerja khusus. Perbedaan jenis inilah yang menentukan apakah mobil perlu diisi listrik, masih memakai bensin, atau memakai hidrogen.
Perbedaan jenis mobil listrik dalam satu tabel
| Jenis | Sumber tenaga | Pengisian listrik eksternal | Emisi saat dikendarai | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| BEV | Baterai saja | Ya | Nol | Pemakaian harian dan perjalanan terencana |
| HEV | Bensin + motor listrik | Tidak | Lebih rendah dari mobil bensin | Ingin irit tanpa urusan charger |
| PHEV | Bensin + baterai besar | Ya | Nol saat mode listrik | Rajin mengisi, sering jalan jauh |
| EREV | Listrik, bensin sebagai generator | Ya | Tergantung pemakaian mesin | Ingin rasa mobil listrik tanpa cemas jarak |
| FCEV | Hidrogen | Tidak (isi hidrogen) | Uap air | Belum praktis untuk umum di Indonesia |
Battery Electric Vehicle (BEV)
BEV adalah mobil yang sepenuhnya digerakkan listrik dari baterai, tanpa mesin bensin dan tanpa tangki bahan bakar. Baterai menyimpan listrik arus searah, lalu inverter mengubahnya menjadi arus bolak-balik untuk memutar motor listrik, dan motor itulah yang menggerakkan roda. Saat melambat, mobil menangkap sebagian tenaga geraknya dan mengirimnya kembali ke baterai, teknik yang disebut pengereman regeneratif.
Keunggulan BEV ada pada kesederhanaannya. Tidak ada gas buang selama mobil berjalan, tenaga motor listrik langsung keluar begitu pedal gas ditekan, dan kabinnya tenang. Tanpa mesin bensin, servis oli mesin dan penggantian busi pun tidak ada lagi. Pengisiannya lewat colokan di rumah atau tempat kerja, atau di stasiun pengisian umum (SPKLU), dengan lama pengisian yang bergantung pada kapasitas baterai dan jenis charger.
Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan mild hybrid
HEV adalah mobil yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik. Di kecepatan rendah, mobil bisa melaju dengan tenaga listrik. Saat butuh dorongan lebih, misalnya ketika menyalip, mesin bensin ikut menyala. Pada sebagian HEV, mesin juga bisa bekerja sebagai generator yang mengisi baterai sementara roda tetap diputar motor listrik. Baterainya kecil dan terisi dari mesin serta pengereman regeneratif, tanpa listrik dari luar.
Keunggulan HEV ada pada hematnya bensin tanpa perlu mengubah kebiasaan. Anda tetap mengisi bensin di SPBU dan tidak bergantung pada stasiun pengisian listrik. Gas buang tetap ada karena mesin bensin ikut bekerja, tetapi lebih kecil dibanding mobil bensin biasa.
Mild hybrid (MHEV) adalah versi yang lebih ringan. Motor listriknya hanya membantu mesin, misalnya saat start atau akselerasi, dan umumnya tidak bisa menggerakkan mobil sendirian. Anggap saja mobil bensin dengan bantuan listrik, bukan HEV penuh.
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
PHEV adalah hybrid dengan baterai lebih besar yang bisa diisi dari listrik eksternal, lewat colokan di rumah, tempat kerja, atau stasiun pengisian. Selama baterai masih terisi, mobil berjalan dengan listrik, yang biasanya cukup untuk puluhan kilometer. Setelah baterai nyaris kosong, mesin bensin mulai bekerja dan mobil berperilaku seperti hybrid biasa.
Keistimewaan PHEV ada pada fleksibilitasnya. Rute dekat yang rutin, seperti berangkat kerja, bisa dilalui tanpa bensin dan tanpa gas buang, sedangkan untuk rute jauh tangki bensin menghilangkan kekhawatiran kehabisan daya.
Extended Range Electric Vehicle (EREV)
EREV adalah tipe PHEV yang hampir sepanjang waktu memutar roda dengan motor listrik. Mesin bensinnya pada umumnya tidak memutar roda secara langsung, melainkan bekerja sebagai generator yang membuat listrik begitu cadangan di baterai menipis. Pada sebagian sistem, mesin bisa ikut memutar roda di kecepatan jalan tol saat baterai habis.
Keistimewaan EREV ada pada rasa berkendaranya. Karena motor listrik memutar roda hampir sepanjang waktu, responsnya terasa lebih dekat ke BEV ketimbang hybrid, dan mesin yang bertindak sebagai generator menjadi jawaban bagi pengemudi yang takut kehabisan baterai di jalan. Pengisiannya sama seperti PHEV, yaitu listrik eksternal untuk baterai dan bensin untuk mesin. Dalam data penjualan, EREV sering dihitung bersama PHEV.
Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)
FCEV adalah mobil listrik yang membuat listriknya sendiri dari hidrogen. Hidrogen disimpan di tangki khusus, lalu dialirkan ke fuel cell dan bereaksi dengan oksigen dari udara. Reaksi elektrokimia itu menghasilkan listrik untuk memutar motor. Sebagian FCEV juga membawa baterai kecil untuk menampung energi dari pengereman regeneratif.
Keunggulan FCEV ada pada pengisiannya yang cepat, sekitar 3 sampai 5 menit, dan gas buangnya yang hanya berupa uap air.
Hal yang perlu Anda ketahui
- BEV. Untuk perjalanan jauh, susun rencana titik pengisian lebih dulu.
- HEV. Mobil tetap bergantung pada bensin, dan jarak yang bisa ditempuh hanya dengan listrik cukup terbatas.
- PHEV. Hemat atau tidaknya ditentukan oleh seberapa sering baterainya diisi. Menurut Departemen Energi Amerika Serikat, PHEV yang tidak pernah diisi dari listrik eksternal punya konsumsi bahan bakar kurang lebih sama dengan hybrid biasa berukuran sama.
- FCEV. Stasiun pengisian hidrogen di Indonesia masih berupa fasilitas perintis di Jakarta yang dibangun dua BUMN energi, dan seberapa ramah lingkungan hidrogen tergantung cara pembuatannya.
Cara memilih sesuai kebutuhan
- Tempat parkir. Kalau ada garasi, carport, atau parkiran kantor yang bisa dipasangi charger, BEV adalah pilihan paling lengkap karena Anda tidak lagi bergantung pada bensin. Kalau belum ada, SPKLU bisa jadi alternatif.
- Pola perjalanan. Untuk rute harian seperti kantor, sekolah anak, dan pasar, BEV umumnya sudah cukup. Untuk perjalanan antarkota, rencanakan titik pengisian lebih dulu. Per Mei 2026, Kementerian ESDM mencatat sekitar 4.892 SPKLU roda empat di Indonesia, dengan target 62.918 unit pada 2030.
- Tujuan Anda. Kalau ingin perawatan sederhana dan nol emisi knalpot, BEV paling dekat ke sana. Kalau ingin transisi bertahap, hybrid bisa jadi batu loncatan, hanya saja mesin bensinnya tetap ikut.
Pilihan mobil listrik dari VinFast
VinFast menghadirkan pilihan mobil listrik berbasis baterai untuk kebutuhan mobilitas yang berbeda, dari mobil compact untuk aktivitas perkotaan hingga SUV dan MPV untuk keluarga. Di Indonesia, model yang tersedia antara lain VF 3, VF e34, VF 6, VF 7, serta Limo Green dan VF MPV 7. Setiap model punya karakteristik dan fitur sendiri, jadi pertimbangkan kapasitas penumpang, jarak tempuh, dan kebutuhan harian sebelum memilih.
Untuk menemukan model yang paling sesuai, pelajari spesifikasi dan fitur tiap mobil listrik VinFast, lalu kunjungi dealer resmi untuk informasi harga dan coba langsung lewat test drive.
FAQ
Apakah hybrid termasuk mobil listrik? Tergantung definisinya. Hybrid biasa (HEV) umumnya tidak dianggap kendaraan listrik karena baterainya tidak bisa diisi dari listrik eksternal. PHEV bisa diisi dari listrik eksternal sehingga masuk kelompok kendaraan listrik plug-in. Keduanya tetap memakai mesin bensin.
Apa beda HEV dan PHEV? PHEV punya baterai lebih besar dan bisa diisi dari listrik eksternal, jadi bisa jalan jauh lebih lama dengan listrik saja. HEV tidak bisa diisi dari listrik eksternal dan baterainya kecil.
Apakah BEV benar-benar tanpa emisi? Dari knalpot, ya. Tidak ada gas buang karena BEV memang tidak punya knalpot. Namun emisi tetap bisa terjadi di tempat lain, tergantung cara listrik pengisi baterai dibangkitkan.
Jenis mobil listrik apa yang paling cocok untuk pemakaian dalam kota? Untuk perjalanan pendek yang berulang setiap hari, BEV biasanya paling efisien karena Anda bisa mengisi daya di rumah dan tidak perlu ke SPBU.










