Mobil listrik Vinfast VF e34 warna abu-abu sedang mengisi daya di stasiun pengisian daya EV luar ruangan dengan kanopi modern, dengan pemandangan kota di latar belakang.

Berapa Lama Fast Charging Mobil Listrik di SPKLU?

Rata-rata fast charging di SPKLU butuh waktu sekitar 25 sampai 60 menit untuk mengisi baterai mobil listrik dari kondisi hampir habis sampai 70 sampai 80 persen. Angkanya tidak sama untuk semua mobil. Tergantung kapasitas baterai, daya charger yang tersedia, dan kondisi mobil saat itu.

Kalau Anda sedang mempertimbangkan mobil listrik untuk dipakai sehari-hari, pertanyaan soal durasi charging ini wajar muncul duluan. Bukan soal harga atau desain. Orang ingin tahu, kalau baterai habis di tengah jalan, berapa lama harus menunggu di SPKLU sebelum bisa lanjut jalan lagi.

Apa Itu Fast Charging di SPKLU?

SPKLU punya beberapa level pengisian daya. Yang paling lambat pakai arus AC dengan daya 7 sampai 22 kW, biasanya makan waktu berjam-jam sampai baterai penuh. Fast charging beda cerita. Ini pengisian pakai arus DC langsung ke baterai, dengan daya keluaran umumnya 25 sampai 50 kW. Di atas itu, ada lagi yang disebut ultrafast charging, dayanya bisa tembus 100 kW bahkan lebih di beberapa lokasi.

Semakin besar daya charger, semakin cepat baterai terisi. Tapi bukan berarti mobil dengan baterai kecil otomatis lebih cepat penuh dibanding baterai besar. Ada banyak faktor lain yang ikut main.

Faktor yang Menentukan Lamanya Proses Charging

Durasi charging bisa berbeda meski pakai charger yang sama, tergantung beberapa hal berikut.

1. Daya Charger dan Kemampuan Mobil Menerimanya

Semakin besar daya output SPKLU, makin cepat baterai terisi, asal mobilnya sanggup menerima daya sebesar itu. Charger 50 kW memang lebih cepat dari charger 25 kW, tapi kalau mobil cuma mampu menerima 30 kW, ya kecepatan maksimalnya tetap terpatok di angka itu. Sama halnya dengan charger DC fast charging 150 kW dibanding AC 7 kW di rumah, bedanya jauh, tapi tetap dibatasi kemampuan mobil.

2. Kapasitas Baterai Mobil Listrik

Baterai diukur dalam kWh. Makin besar angkanya, makin banyak energi yang perlu dimasukkan. Baterai 70 kWh memerlukan energi lebih banyak dibanding 40 kWh, jadi durasinya pun lebih panjang meski charger-nya sama cepat.

3. Level Baterai Saat Mulai Mengisi

Titik awal pengisian ikut menentukan lama tidaknya proses. Dari 10 ke 70 persen jelas lebih lama dibanding dari 50 ke 70 persen. Ini sebabnya dua orang bisa mengisi mobil yang sama persis di charger yang sama, tapi waktu tunggunya beda.

4. Efisiensi dan Suhu Baterai

Tidak semua energi yang mengalir dari charger langsung tersimpan penuh di baterai. Sebagian hilang jadi panas selama proses konversi. Karena itu, hitungan sederhana seperti kapasitas baterai dibagi daya charger cuma perkiraan kasar, bukan angka pasti. Suhu turut berperan di sini. Kalau terlalu panas atau terlalu dingin, sistem manajemen baterai akan menahan daya supaya baterai tetap dalam kondisi aman. Bali termasuk beruntung soal ini, suhunya relatif hangat sepanjang tahun sehingga jarang jadi kendala.

5. Perlambatan Otomatis Saat Baterai Akan Penuh

Di awal, pengisian biasanya terasa cepat. Begitu mendekati 80 persen, kecepatannya turun drastis. Ini bukan masalah pada charger atau mobilnya, tapi memang cara kerja sistem untuk melindungi baterai dari panas berlebih saat kapasitasnya sudah tinggi.

Estimasi Waktu Fast Charging Berdasarkan Kapasitas Baterai

Sebagai gambaran umum, berikut kisaran waktu fast charging untuk mencapai sekitar 80 persen kapasitas baterai:

Kapasitas BateraiDaya ChargerEstimasi Waktu ke 80%
30-40 kWh25-30 kW40-60 menit
40-60 kWh30-50 kW30-45 menit
60-75 kWh50 kW ke atas25-35 menit
60-75 kWhDi atas 100 kW (ultrafast)15-25 menit

Angka di tabel ini rata-rata industri. Tiap merek dan model biasanya punya karakteristik baterai dan sistem manajemen termal sendiri, jadi hasil di lapangan bisa sedikit berbeda.

Waktu Fast Charging Setiap Model VinFast

Ini bagian yang mungkin paling Anda cari kalau memang sedang lihat-lihat VinFast. Berikut data resmi durasi fast charging tiap model yang dijual di Bali:

ModelKapasitas BateraiWaktu Fast Charging
VF 318,6 kWhSekitar 36 menit
VF e3441,9 kWhSekitar 27 menit
VF 6 Eco/Plus59,6 kWhSekitar 25 menit dari 10% ke 70%
VF 7 Eco59,6 kWhSekitar 25 menit dari 10% ke 70%
VF 7 Plus70,8 kWhSekitar 28 menit dari 10% ke 70%
Limo Green60,2 kWhSekitar 30 menit
MPV 760,2 kWhSekitar 30 menit dari 10% ke 70%

Menariknya, VF 7 Plus yang baterainya lebih besar dari VF 6 justru cuma beda tiga menit soal waktu charging. Ini karena VinFast pakai sistem thermal management yang cukup baik, jadi baterai lebih besar tidak otomatis berarti waktu tunggu jauh lebih lama.

Biaya Fast Charging di SPKLU

Selain waktu, biaya juga sering ditanyakan bareng. Tarif dasar listrik di SPKLU PLN berkisar Rp2.466 sampai Rp2.475 per kWh. Sesuai aturan Kementerian ESDM, untuk biaya layanan fast charging maksimal Rp25.000 per sekali pengisian, dan untuk ultrafast charging maksimal Rp57.000.

Contoh gampangnya, kalau mobil dengan baterai 60 kWh diisi dari kosong sampai penuh pakai fast charging, biaya listriknya sekitar 60 x Rp2.466 = Rp147.960, ditambah biaya layanan Rp25.000. Jadi total sekitar Rp172.960 untuk pengisian penuh. Bandingkan dengan biaya BBM untuk jarak tempuh serupa, selisihnya cukup jauh.

Operator SPKLU swasta di luar PLN kadang punya tarif sendiri, biasanya tidak jauh berbeda tapi ada baiknya cek dulu di aplikasi masing-masing sebelum mulai charging.

Tips Supaya Fast Charging Lebih Efisien

Beberapa kebiasaan kecil ini bisa bikin waktu di SPKLU lebih singkat dan baterai lebih awet:

Jangan tunggu baterai sampai benar-benar habis baru cari SPKLU. Selain berisiko, mengisi dari kondisi sangat rendah justru butuh waktu lebih lama di fase awal karena sistem butuh menyesuaikan arus secara bertahap.

Berhenti di sekitar 80 persen kalau memang sedang buru-buru melanjutkan perjalanan. Sisa 20 persen bisa diisi nanti saat charging di rumah atau di titik istirahat berikutnya, tidak perlu dipaksakan sampai penuh di SPKLU.

Cek kondisi baterai lewat aplikasi mobil sebelum berangkat jauh, terutama kalau mobil baru keluar dari garasi yang lama tidak dipakai. Baterai yang terlalu dingin butuh waktu penyesuaian sebelum bisa menerima daya maksimal.

Lokasi SPKLU Fast Charging di Bali

VinFast Bali sudah punya jaringan V-Green Charging Station yang tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, sampai wilayah Buleleng dan Karangasem. Sebagian besar titik ini gampang dijangkau karena lokasinya di kantor pos, minimarket, dan tempat umum lain yang buka setiap hari.

Anda bisa cek daftar lengkap lokasi SPKLU V-Green di Bali untuk lihat titik terdekat dari rumah atau rute perjalanan Anda.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah fast charging bikin baterai cepat rusak?
Sesekali pakai fast charging aman saja. Yang perlu dihindari adalah terlalu sering mengisi sampai 100 persen lewat fast charging setiap hari, karena bisa mempercepat penurunan kapasitas baterai dalam jangka panjang. Untuk penggunaan harian, home charging semalaman justru lebih ramah untuk usia baterai.

Berapa lama charging VinFast di rumah dibanding di SPKLU?
Home charging biasanya butuh 6 sampai 10 jam untuk baterai penuh tergantung kapasitas listrik rumah, sementara fast charging di SPKLU cuma 25 sampai 36 menit tergantung model. Home charging cocok untuk pengisian rutin semalaman, SPKLU lebih pas untuk perjalanan jauh.

Apakah semua SPKLU di Bali sudah fast charging?
Belum semua. Beberapa titik masih pakai daya 20 kW yang tergolong medium charging, sementara titik lain sudah menyediakan 30 sampai 60 kW. Cek keterangan daya di tiap lokasi sebelum berangkat kalau memang butuh pengisian cepat.

Kalau Anda masih bimbang model mana yang cocok dengan kebutuhan harian, coba cek daftar harga mobil listrik VinFast atau langsung jadwalkan test drive di showroom Denpasar dan Singaraja.

Bagikan

Facebook
WhatsApp
X
Telegram

Blog Terkait